Feeds:
Tulisan
Komentar

Posting foto via web

my office

my office

test posting foto via web…

 

Test posting foto via MS-Office 2007. Object = my office.

 

Sudah lama saya menjadi pengguna kartu kredit BNI dan sudah beberapa kali ganti kartu yg masa berlakunya cuman 2 tahun itu. Setiap pergantian kartu, limit kredit yang diberikan kepada saya selalu bertambah. Sampai akhirnya saya menolak untuk dinaikkan di level tertentu karena harus mengganti type kartu menjadi ‘GOLD’, yang berarti iuran tahunan yang lebih tinggi, dua kali lipat dari iuran tahunan yang sekarang.

Sebenarnya saya tidak terlalu suka berhutang, makanya ketika saya bujangan dulu saya menolak setiap kali ada sales kartu kredit yang datang kepada saya menawarkan berbagai jenis kartu kredit-nya. Waktu bujangan tabungan saya jauh lebih besar dari limit kredit yang akan diberikan kepada saya. Tentu saja, karena untuk pertama kali kartu kredit akan diberikan dengan limit kredit maksimal 2 kali penghasilan sebulan.

Setelah menikah, ketika muncul lagi sales kartu kredit teman-teman dikantor menyarankan untuk diambil saja. Menurut mereka kartu kredit akan berguna untuk kebutuhan dana darurat yang mendesak. Sebagai orang perantauan yang jauh dari keluarga besar, selalu diperlukan dana darurat setidaknya untuk beli tiket pesawat pulang kampung kalau-kalau orang tua sakit dan hal-hal lain seperti itu.

Pertama kali menggunakan (gesek) kartu kredit, ada perasaan bangga sekaligus gembira. Seolah-olah saya mempunyai kemudahan kekayaan sebesar limit kredit yang diberikan dan merasa harus dimanfaatkan semuanya. Akibatnya kadang berbelanja keperluan rumah tangga melebihi dari kebutuhan yang sebenarnya. Meskipun begitu, saya tidak pernah menunggak.

Sampai suatu hari mertua saya memerlukan tambahan modal untuk isi warungnya dirumah. Waktu itu kami tidak mempunyai dana nganggur. Akhirnya istri saya mempunyai ide untuk menggunakan kartu kredit, pas waktu itu kartu kredit saya sedang kosong tidak digunakan sehingga pikir kami tidak akan ada masalah pencatatan karena semua tagihan berarti milik mertua semua dan tidak bercampur dengan pemakaian pribadi kami.

Kami berbelanja untuk barang di warung secara grosir di toko yang menerima pembayaran dengan kartu kredit dengan jumlah yang cukup banyak untuk dijual di warung. Ketika tagihan datang, saya melihat hanya ditagih sejumlah pembelanjaan saja, tanpa bunga! Maka mertua saya membayar semuanya dan kemudian meminta kami berbelanja lagi dengan menggunakan kartu kredit tersebut. Demikian selama beberapa bulan mertua kami berbelanja dan membayar bulan berikutnya ketika barang dagangannya sudah laku (dan tentunya mendapat untung) tanpa bunga, hanya membayar biaya materai saja :-)

Mertua saya mengatakan kita sudah diuntungkan dengan adanya fasilitas ini karena bisa ‘membayar mundur hampir dua bulan’. Logika sederhananya sih bisa jualan dengan tanpa modal awal dan membayar kemudian dengan tanpa bunga! Sekarang kami sudah tidak pernah berbelanja untuk di warung dengan kartu kredit lagi karena sudah tidak satu rumah lagi dan mertua tidak terbiasa dengan perbankan elektronik, apalagi kartu kredit. Padahal saya sudah menawarkan untuk dibuatkan kartu tambahan :-)

Dari sebuah buku tentang keuangan saya dapat penjelasan tentang kartu kredit seperti begini. Ada dua tanggal yg mesti diperhatikan dalam setiap tagihan kartu kredit, yaitu tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo. Pertama tanggal cetak yaitu tanggal penagihan dimana seluruh tranksaksi yang telah dilakukan sebelumnya ditagih semuanya. Kedua tanggal jatuh tempo, yaitu jarak setelah tanggal cetak, kalo kartu kredit BNI adalah 20 hari.

Tanggal cetak penagihan kartu kredit saya tanggal 7 setiap bulannya. Biasanya kami berbelanja setelah tanggal cetak tersebut, katakanlah belanja pertama tanggal 8 juli. Tagihan perbelanjaan tersebut dan perbelanjaan lainnya ditagihkan pada tanggal 7 agustus. Kelonggaran untuk membayar 20 hari, berarti jatuh tempo untuk pembelanjaan saya yang tanggal 8 juli adalah pada tanggal 27 agustus, berarti sekitar 1 bulan 20 hari. Karena kami langsung membayar lunas, maka untuk bulan berikutnya tidak ada penagihan bunga, karena kartu kredit BNI tidak akan menagihkan bunga untuk pembayaran lunas.

Terinspirasi mendapat keuntungan ‘tanpa modal’ tersebut, kami pun mulai menjual barang kebutuhan rumah tangga seperti meubel dan barang elektronik kepada tetangga-tetangga sekitar rumah sesuai pesanan. Kami menerapkan sistem DP 10-20% dan sisanya angsuran 3-12 kali per tahun. Kami pun menggunakan fasilitas ‘SmartSpending’ dari kartu kredit BNI untuk setiap pembelian barang pesanan dengan kali angsuran disamakan dengan kemampuan dan kemauan tetangga kami tersebut antara 9-12 kali/bulan. Kami untung dari uang DP dan selisih antara jumlah kesepakatan angsuran yang disanggupi pemesan dikurangi tagihan SmartSpending BNI. Tetangga kami diuntungkan dengan kemudahan administrasi mendapatkan barang dibanding harus mencicil langsung kepada tokonya, karena mesti disurvei, slip gaji dan lain-lain sedangkan pada kami hanya modal kepercayaan saja dengan margin keuntungan relative lebih rendah daripada di tokonya langsung. Memang tidak semuanya lancar, beberapa kadang telat pembayarannya melewati jatuh tempo tagihan BNI, tetapi secara umum menguntungkan.

Kemudahan lain selain smartspending tersebut pada kartu kredit BNI dibanding kartu kredit lainnya adalah fasilitas Dana Tunai/Cash dengan bunga sama dengan bunga belanja. Bunga CashAdvance (penarikan tunai kartu kredit baik di ATM maupun di teller) sangat tinggi ditambah biaya administrasi yang dibebankan diawal transaksi, dan yang pasti tidak ‘fasilitas bayar mundur tanpa bunga’ seperti dijelaskan diatas ;-) Bunga CashAdvance dihitung harian dari sejak tanggal penarikan tunai sampai dengan tanggal pembayaran terakhir. Besar sekali itu! :-(

Nah, dengan fasilitas dana tunai dari kartu kredit BNI (saya lupa namanya) kita bisa meminta sisa limit kredit kita untuk ditransfer ke rekening kita atau rekening lain (untuk nantinya bisa diambil tunai dari rekening tersebut). Kita akan dibebankan biaya administrasi dengan waktu transfer 2-3 hari kerja. Tetapi pengalaman saya sih sehari kerja saja sudah bisa ditarik dananya. Enaknya dibanding CashAdvance (kartu kredit BNI juga bisa CashAdvance) adalah bunganya yang sama dengan bunga pembelanjaan biasa dan akan lebih rendah lagi kalo dibayar dengan system ’smartspending’ atau cicilan tetap.

Yang enaknya lagi adalah kalo ditawari oleh pihak BNI-nya. Kenapa, karena yang pasti bunganya akan jauh lebih rendah dan tidak ada biaya administrasi. Kapan akan dihubungi kartu kredit BNI ? pengalaman saya sih kalo kartu kredit kita masih banyak yang tidak terpakainya dari limit yang diberikan. Hati-hati penipuan! Pihak kartu kredit BNI tidak akan pernah menanyakan nomor kartu kredit kita, apalagi sampai menanyakan 3 digit CVC. BNI hanya akan menanyakan nomor rekening tujuan transfer dan jumlah uang yang akan ditransfer.

Fasilitas dana tunai ini sering saya manfaatkan untuk menambah modal jualan kami yang lain. Ini lebih rendah bunganya dibanding kredit mikro untuk usaha-usaha kecil dan mikro milik bank lain, dan yang pasti tidak ribet dengan administrasi dan sebagainya.

Karena tidak fokus dan hanya untuk mengisi waktu luang saja, usaha jualan kami belum berkembang, ditambah sekarang sudah tidak tinggal sama mertua lagi dan saya serta istri mempunyai kesibukan masing-masing yang banyak menyita waktu. Namun kami sedang merencanakan untuk mempunyai usaha yang lebih stabil dalam pengerjaannya dan lebih formal, semoga bisa terwujud dalam waktu dekat ini.

Saya dibesarkan dari keluarga buruh pabrik, dimana tidak pernah diajarkan masalah kewirausahaan ataupun ‘jualan’. Saya pun tidak tumbuh dan besar dilingkungan pengusaha. Tidak ada bakat karena keadaan dan lingkungan yang saya kenal selama ini membentuk pola pikir sebagai pekerja saja. KartuKredit BNI ini memberikan saya inspirasi untuk mencoba menjadi wirausahawan. Semoga cita-cita kami ini dapat terkabul.

Mohon Do’a Restu.

http://www.facebook.com/BNI

Taufiq Firmansyah ( http://www.facebook.com/taufiq.firmansyah )

Email : taufiq.firmansyah@gmail.com

Pasak

Ada seorang pelancong pergi ke India. Dia melihat banyak gajah dan agak takut karena gajah-gajah tadi tidak di dalam kandang melainkan hanya diikat dengan seutas rantai dan diikatkan pada pasak yang ukurannya tidak besar. Sepanjang pengetahuan pelancong ini seekor gajah bahkan dengan kekuatannya bisa membuat pohon-pohon tumbang. Yang mengganggu pikirannya adalah mengapa gajah itu tidak kabur padahal hanya diikatkan di sebuah pasak kecil.

Tidak dapat menahan rasa ingin tahunya pelancong tadi bertanya kepada salah seorang pemilik gajah. Pemilik tadi menjelaskan bahwa gajah itu dipeliharanya sejak kecil. Pada saat kecil dia sering memberontak dan berlarian ke sana ke mari. Oleh karena itu oleh pemiliknya gajah kecil tadi dirantai dan diikatkan ke pasak. Hingga gajah tadi dewasa gajah itu tetap diikat dengan rantai dan pasak yang sama. Gajah itu tidak pernah melepaskan diri lagi karena dia merasa bahwa dia masih diikat sehingga tidak bisa melepaskan diri. Pemilik tadi kemudian menjelaskan kepada pelancong tadi, “It is not the size of the stake, but the idea of the stake.” Bukan masalah ukuran dari pasaknya melainkan ide bahwa dia dipasak.

Apa yang terjadi pada gajah itu yang disebut sebagai mindset, dalam kasus ini mindset yang salah. Mindset menurut Oxford Americal dictionary dikatakan sebagai “an established set of attitudes held by someone’ (serangkaian sikap yang dimiliki oleh seseorang). Dalam kasus gajah tadi dia tidak bisa kabur bukan karena pasaknya yang besar melainkan karena dia merasa bahwa dia diikat dengan rantai ke pasak.

Dalam kehidupan marketer itu pula sering yang terjadi. Seseorang tidak sukses bukan karena dia tidak mampu sukses melainkan karena sebab-sebab lain yang menjadi ‘pasak’ bagi marketer tersebut seperti: merasa sudah tua, merasa belum punya pengalaman, merasa tidak mampu, merasa bahwa sukses bukan menjadi miliknya, dan banyak lagi alas an serupa.

Bagaimana agar anda bisa terbebas dari hal-hal seperti itu? Mudah sekali! Pertama menyadari bahwa anda mungkin memiliki mindset yang salah yang membelenggu anda selama ini. Kedua, mencari jalan keluar agar bisa terbebas dari ‘pasak’ yang menghalangi jalan anda menuju sukses. Kalau anda dapat melakukan sendiri, itu yang terbaik. Kalaupun anda tidak bisa maka mintalah bantuan orang lain. Gampang bukan?! Kalau anda masih bilang susah, jangan-jangan anda sejenis gajah…

By : handoko wignjowargo

Love You, Dad…!!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil

(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .

Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata “tidak” Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya…. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…. tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: “Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah…

Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

 

If GOD Always Forgives you, Will you forgive the others.?

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku……

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak,,Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya.

Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.” Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan…kita mesti lihat apa yang akan terjadi…” Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya.

Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes di matanya… Dia tidak melihat sehelai pita kuning… Tidak ada sehelai pita kuning…. Tidak ada sehelai…… Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!!!!!!!!!! Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut,…

Isteri, Suami, Pacar dan Sobat serta teman2 yang baik….

Apakah anda juga bisa memaafkan bagi orang2 yang telah berbuat salah kepada anda?…. isteri si pemabuk itu telah memberikan begitu besar kesetiaannya dan mau memaafkan suaminya.

If GOD Always Forgives you, Will you forgive the others ?…. think wisely..

*Menjual sisir pada Biksu*

Pertanyaan :

 

Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul) — Bisakah anda melakukannya?

 

Apa jawaban anda ?

1. Tidak mungkin, itu mustahil

2. Gile

3. Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya

4. Baiklah, saya akan coba

5. Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih,

sebutkanlah jumlahnya)

 

Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk melihat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.

 

 

 

 

 

 

 

MENJUAL SISIR PADA BIKSU

 

Ada sebuah perusahaan “pembuat sisir” yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.

 

Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan … jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.

 

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.

 

Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara. Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr.

A, Mr. B, Mr. C)

 

Pimpinan pewawancara memberi tugas :

“Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu.”

 

 

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

 

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :

“Berapa banyak yang sudah anda jual?”

Mr. A menjawab: “Hanya SATU.”

Si pewawancara bertanya lagi : “Bagaimana caranya anda menjual?”

Mr. A menjawab:

“Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda – dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean.”

 

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :

“Berapa banyak yang sudah anda jual?”

Mr. B menjawab : “SEPULUH buah.”

“Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara.

Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha.”

 

Lalu, pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :

“Bagaimana dengan anda?”

Mr. C menjawab: “SERIBU buah!”

Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.

Si pewawancara bertanya : “Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?”

Mr. C menjawab:

“Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, ‘Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.’ Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!”

 

 

MORAL DARI CERITA

 

Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :

1. 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena

kemampuan.

2. SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan

keberuntungan.

Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

 

Dalai Lama biasa berkata : “Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah.”

 

“Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegang teguh pada harapan.

Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh – dimana pengharapan hanyalah sebuah awal.

Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan …. adalah hal yang akan mengubah hidup kita.”

 

Meredith Grey, Grey’s Anatomy

 

Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat

keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !

Lukisan yang rusak

Peristiwa atau masalah seberat apapun tidaklah terlalu penting, yang penting adalah bagaimana respon kita terhadap masalah itu.

 

===========================================

 

Di Eropa ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya.

Lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus dan akan diperlihatkan pada saat pernikahan Lady Diana, Princess of Wales. Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya dan memandangi lukisannya yang berukuran 2×8m dan sambil memandanginya pelukis tersebut tanpa disadari telah berjalan mundur. Dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. Dia terus berjalan mundur hingga di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.

 

Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut tapi tidak jadi karena dia berpikir mungkin ketika mendengar teriakannya, pelukis itu akan kaget dan malah jatuh kebelakang. Kemudian orang tersebut mengambil kuas dan cat yang berada di depan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak.

Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut.

 

Tetapi beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.

 

============================================

 

Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan pasangan yang kita idamkan, atau keluarga, karir, pekerjaan, dll. Tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Tuhan, karena Dia yang Maha Tahu melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau juga terhadap pemimpin kita, teman, kekasih, suami, istri, anak, orang tua, dll.

 

Tapi perlu kita ketahui bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik untuk kita.

Ada 3 tipe manusia melihat sebuah kesempatan:

 

Orang yang lemah, menunggu kesempatan.

Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.

Orang yang cerdik/bijak, memanfaatkan kesempatan.

 

Tipe pertama: Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, ya…. Ini memang nasibku.

 

Tipe kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.

 

Tipe ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.

Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan.

 

Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya.Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan 3 hal yang dibicarakan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta langsung dimanfaatkan.

 

Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang.

 

Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Enstein:

IN THE MIDDLE OF DIFFICULLTY LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap kesulitan terdapat kesempatan.

 

Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat baik, kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan, untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses,

dan lebih berarti..!!!

Update Blog

Blog ini dulu judulnya 8 tahun di Manado, tetapi satu tahun berjalan blog ini jarang sekali di update. Ganti judul jadi 9 tahun di manado ? ah masa tiap tahun mesti ganti judul. Setelah membaca blog-blog yg biasa saya kunjungi, jadi semangat lagi untuk selalu update blog saya ini.

Rencananya blog ini akan dibagi dalam 4 kategori : TI, yaitu pengalaman saya di bidang IT. Banking, pemahaman saya tentang bank karena meskipun sudah 10 tahun bekerja di dunia perbankan tetapi tidak pada posisi sebagai operasional ataupun bidang bisnis perbankan. Posisi saya sebagai supporting untuk kedua bidang itu, operasional dan bisnis. Kategori selanjutnya yaitu Inbox, hanya copy paste postingan bagus menurut saya dan layak untuk berbagi dari email saya. Dan terakhir my mind, hanya menuliskan apa yang ada didalam pikiran saja. Latihan untuk menuangkan pikiran :-) setelah 10 tahun ini sudah jarang dilakukan…

From zero again, menata kehidupan kembali…

Tulisan Sebelumnya »